Home

Keanekaragaman dan Inklusivitas

Fakultas Sains mengadopsi rencana aksi Keanekaragaman dan Inklusivitas pada tahun 2015. Dalam rencana aksi ini, Fakultas berkomitmen akan sejumlah tindakan untuk lebih meningkatkan keragaman dan inklusivitas untuk staf dan mahasiswa, seperti lebih banyak profesor perempuan di fakultas, dan mendorong inisiatif yang mendorong inklusivitas.

Tentang keragaman dan inklusivitas

Keanekaragaman adalah ukuran dari berbagai kelompok orang yang ada di masyarakat yang juga ditemukan didalam organisasi. Hal ini sebagian diukur dengan jumlah staf dan mahasiswa dari latar belakang yang berbeda yang berada di Fakultas Sains. Inklusivitas adalah budaya yang datang dengan adanya keragaman: yaitu sejauh mana budaya organisasi menyambut orang-orang dari kelompok (minoritas) berbeda. Inklusivitas jauh lebih kualitatif dalam ukuran. Studi menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan lingkungan belajar yang beragam dan inklusif dalam merawat bakat dan menciptakan lingkungan yang lebih inovatif. Di tombol ‘download,’ Anda dapat menemukan analisis inklusifitas Fakultas Sains kami, dilakukan pada tahun 2015.

Apa yang saya dapat lakukan?

Keanekaragaman dan inklusivitas perlu datang dari komunitas mahasiswa dan staf Fakultas. Fakultas mendukung inisiatif yang membantu menciptakan lingkungan yang lebih beragam. Jika Anda punya ide, pertanyaan atau saran, silakan menghubungi kelompok kerja keragaman Fakultas Sains via diversity@science.leidenuniv.nl . Silahkan mencari informasi lebih lanjut tentang Peraturan Keragaman dan Inklusivitas University of Leiden.

Jaringan perempuan

Jaringan Perempuan Sains Leiden (Leiden Science Women’s) didirikan oleh Prof. Dr. Miranda van Eck dan Dr. Martina Vijver. Jaringan ini memfokuskan pada peningkatan visibilitas staf perempuan dan bertujuan untuk membantu dalam pembinaan dan pengembangan profesional. Jaringan memiliki website sendiri www.rise.nu dan untuk pertanyaan atau saran Anda dapat menghubungi jaringan tersebut di rise@science.leidenuniv.nl.

Aspek gender penelitian

Proyek Inovasi Gender[1], sebuah inisiatif dari Uni Eropa, Universitas Stanford dan Lembaga Nasional Sains Amerika, meyakinkan untuk memasukkan keragaman (termasuk keragaman gender) ke dalam penelitian. Contoh dari pentingnya area ini adalah dalam penelitian obat, dimana kegagalan untuk menggunakan sel jalur laki-laki dan perempuan dapat mengakibatkan cacat, hasil satu-sisi, yang mengarah pada pengembangan obat yang cocok untuk hanya satu jenis kelamin. Juga, kegagalan dalam mengambil perbedaan antara wanita, terutama wanita hamil, dan pria dalam tes kecelakaan, bisa menyebabkan cedera yang lebih besar dalam kecelakaan mobil.

Sebuah tinjauan singkat dari bagaimana gender diperhitungkan dalam penelitian di Fakultas Sains telah menghasilkan daftar ini. Daftar ini harus dianggap sebagai inventaris berkelanjutan; ketika para ilmuwan di Fakultas memulai penelitian baru di mana masalah ini memainkan peran yang relevan, penelitian mereka akan ditambahkan ke daftar.